Tips Marketing : Ketika Omzet Turun



Hai hai,  helo hai. Ada yg seru nih dari all about IndBlack Challenge. Apa ituu??  Jadi gini guys. Sambil menggiatkan kembali semangat menulis lewat One Day One Article kita juga tiap hari dapat banyak sharing hal positif dari CEO IndBlack, Teh Indari Mastuti.  Salah satunya adalah tips-tips seputar bisnis dan marketing. Asyik ya. Kali ini saya mau bahas soal Omzet. Apa dan Bagaimana Ketika Omzet penjualan mengalami penurunan. Hayuk deh merapat!

Seperti yang sudah sering saya ingatkan,  memulai atau menjalankan sebuah bisnis itu gak bisa main-main ya gengss.. Semua harus dijalani dengan fokus dan serius. Wong yang udah serius jalanin bisnis aja bisa gagal kok. Apalagi yang gak serius?! Nah,  ini juga harus digarisbawahi bahwa bisnis gak cuma butuh tekad,  modal dan keseriusan tapi juga harus ada ilmunya guyss.. Jadi buat kamu para pebisnis, upgrade ilmu bisnis itu wajib hukumnya yaa..  Apalagi di jaman yang serba cepat dan dinamis. Kalo kita pasif dan monoton dijamin bakalan ketinggalan deh.

Oke,  back to topik bahasan kita kali ini ya. Gimana kalau Omset Penjualan kita mengalami penurunan? Apa yang harus kita lakukan?

Introspeksi Diri
Hal pertama yang harus kita lakukan saat Omset kita menurun adalah koreksi diri. Jangan salahkan pesaing, karena bisnis kita tergantung dari bagaimana kita menjalankannya bukan bagaimana pesaing menjalankan bisnisnya. Artinya, ada yang salah dengan pengelolaan bisnisnya.

Coba lakukan hal-hal berikut ini:

Satu, coba cek lagi, akhir-akhir ini lebih sering konsumen baru atau lama?
Silahkan buka lagi nama-nama konsumen. Pastikan punya catatannya, ya. Jika tidak, bagaimana bisa melakukan evaluasi dan perbaikan? Ini penting ya guys. Evaluasi kepuasan konsumen akan menjadi salah satu tolak ukur kita dalam keberhasilan bisnis.

Dua, bagaimana jika konsumennya baru?
Waspadailah ketika yang datang itu rata-rata konsumen baru, tapi tidak repeat order. Nah, loh. Adakah yang salah dengan kualitas produk kita? Atau pelayanan kita? Atau ada ketidakpuasan dalam hal lainnya?
 
Tiga, mungkinkah konsumen kecewa?
Ada juga, karakter konsumen itu yang tidak pernah komplain, tapi ketika kecewa, mereka diam dan berjanji tidak akan mau order lagi. Ini bahaya ya guys. Kekecewaan konsumen jelas akan jadi faktor negatif untuk keberhasilan bisnis kita.

Empat,  sudahkah kita konsisten?
Bisnis juga memerlukan konsistensi. Apakah promosi kita terus berjalan? Sudahkah kita posting di media sosial hari ini? Apakah kita pernah absen posting di media sosial?  Apakah konten promosi kita sudah menarik. Hayoo.. Coba ingat-ingat. Apakah kita mulai abai dan tak disiplin?

Lima, bagaimana hubungan kita dengan seller,  marketer,  agen dan distributor? Nah, menjalin hubungan baik dengan jaringan kita itu penting ya. Karena mereka adalah ujung tombak kita dalam penjualan. Jika kita tidak menjalin hubungan baik dengan mereka atau komunikasi kita dengan jaringan tidak lancar maka akan berpengaruh besar pada omset atau pendapatan kita. Para ujung tombak ini harus terus di upgrade ilmu dan informasinya. Mereka juga harus dirangkul dam dibantu jika memiliki kendala dalam proses penjualannya. Agar bisa melakukan penjualan dengan maksimal.

Ayo kita koreksi lagi skema bisnis kita. Lima hal tadi bisa jadi bahan evaluasi agar omset terus meningkat dan bisnis berjalan dengan lancar. Selamat berbisnis  guyyss!!!

Salam Cihuy


Viskana Iskandar


#indscriptwriting
#indscriptcreative
#indblack

Sumber tulisan : WA Group ODOA
Sumber Foto : Instagram @indblackcatalog

Comments

Popular posts from this blog

Coming Soon! Bross Dagu Mutiara By IndBlack

IndBlack in Our Eyes, IndBlack in Our Heart

Tips Bisnis : Dekat dan Berteman Dengan Konsumen